Mamingan Ke Tasik Oktobe festival (TOF) 2018



Holla... Pie kabare? I’m back, iki.

Lama banget, ya, aku nggak nulis disini. Maafkeun (kayak ada yang baca aja).
Jadi gini, di kotaku, Tasikmalaya tepatnya, lagi ada acara. Namanya Tasik Oktober Fest atau TOF 2018. Nah, malam minggu kemarin, tanggal 13 oktober itu pembukaannya.


Sebenernya aku males buat datang ke acara-acara kayak gitu. Karena di sana pasti bakalan banyak banget orang, berdesak-desakan pula. Secara gitu hari pertama, udah pasti kebanyakan warga Tasik bakalan namplok disana. Bukan menikmati, yang ada aku pusing duluan haha.

Nah, demi menghindari predikat jomblo ngenes, udah mah jomblo, malam minggunya Cuma diem aja di rumah, jadilah diriku pergi kesana sama temen yang kebetulan lagi nggak di apelin sama pacarnya huahaha.
Gilee... penuh banget cuy disana. Padahal, ya, itu masih siang, lho. Masih jam 19.00 lewat dikit. Tempat parkir juga lumayan penuh, untung masih dapet.

Di TOF 2018 ini nggak cuma ada stand-stand UMKM aja, disana juga ada stand WPAP, dan usaha kreatif lainnya. Kebanyakan sih stand kulineran, ada bakso, nugget banana, dodol, cigor, jendil, sampai aneka kue dan cokelat juga ada. Lumayan lengkap lah.



Ada live band juga, lho. Band yang manggung juga bukan Cuma band yang udah disiapin panitia, tapi mereka juga menggandeng musisi jalanan. Gilee... suara mereka keren banget. Aku sampe nggak sadar ikutan ngangguk-nganggukin kepala sama goyangin jempol kaki. Musiknya enak buat goyang sih.

Saya ini tipe yang kadang suka auto nyanyi + goyang kalo denger lagu yang saya suka, meskipun Cuma goyang kepala dikit, sih hihi.

 Terus, di sana juga ada beberapa spot yang bisa dijadiin background buat selfie. Kebetulan, saya bukan banci kamera yang suka jepret sana jepret sini, jadinya saya Cuma motoin tempat-tempat buat selfie itu. Nah, salah satunya ini nih, terowongan bambu yang dihiasi lampu-lampu kecil.




Ada insiden yang menurutku agak lucu. Jadi, pas kebetulan aku lagi melintasi terowongan bambu yang sebelah kiri, eh lampu-lampu di terowongan yang sebelah kanan mati. Nggak tau karena apa, mungkin ada yang nggal sengaja mutusin kabelnya, yang tadinya sesak sama pengunjung yang selfie-selfie, tetiba langsung kosong. Ngakak sumpah.

Pas aku lagi nahan ketawa, tetiba temenku nyeletuk gini “Noh lihat, mati aja lampunya langsung bubar”. Nggak apapa lah aku bilang, namanya juga manusia.

Dari sekian banyak poto yang aku ambil, paling suka sama poto yang ini. Nggak tau kenapa.
Dan... Pas mau pulang, jalanan macetnya puarah. Sampe bunyi klakson saling bertautan, memekakan telinga. Ego mereka yang tinggi lebih diduluin daripada logika mereka buat nata lalu lintas. Bukannya bergerak maju, mereka malah diem ditempat.


Karena macet itu juga, diriku baru nyampe rumah sekitar pukul sembilan malem lebih.


Nah, demikianah cuap-cuap nggak jelas dariku kali ini. Semoga, kamu yang nggak sengaja nyasar kesini bisa sedikit terhibur alih-alih merasa jengkel hihi 😁😊

Nemu Buku Cerita Jadul Wiro Sableng

Hey! Kamu. Iya, kamu, yang nggak sengaja mampir ke sini, apa kabar? Semoga baik-baik aja, ya 😊

Jadi gini, kemarin pas beberes buku, saya nggak sengaja nemu buku cerita jadul. Ada beberapa judul, Wiro Sableng salah satunya. Nggak tahu juga sih bukunya terbitan tahun berapa. Tapi, kayaknya jadul banget. 

Seingat saya, buku cerita jadul Wiro Sableng ini terakhir saya baca itu pas saya masih berseragam putih abu, sekitar tahun 2008/2011 an. Saya lupa tepatnya kapan hihi... 

Ini dia penampakannya


Cerita Wiro Sableng nya cuman ada tiga seris aja. Jagal iblis makam setan, mayat persembahan, sama badik sumpah darah. Kalo baca judulnya, sih, serem-serem. Jujur aja saya lupa sama isinya hehe. 

Cerita lainnya ada karya Pak Teguh S. Seri pendekar rajawali sakti. Kalau yang ini ada empat setia. Bangkitnya pandan wangi, hantu karang bolong, mutiara dari selatan, sama rahasia kalung keramat. 

Seris pendekar rajawali sakti juga layaknya nggak kalah serem sama cerita Wiro sableng. Ini dia penampakan bukunya:



Buku cerita jadul wiro sableng sama pendekar rajawali sakti ini kayaknya punya om saya haha. Om saya, kan, termasuk produk jadul, kelahiran taun 83. Udah punga anak 2 sekarang. Yang paling besar udah SD kelas 2.

Pas beberes kemarin, saya juga nemu komik yang udah cukup usang tapi masih bisa dibaca. Cover nya doang yang nggak ada 😁. Ada dragon ball beberapa seris, doraemon, sama satu lagi cerita biasa yang judulnya wedding on the sea. 

Kalau yang wedding on the sea ini saya masih cukup ingat isinya tentang apa. Pemerannya ada Sango Amano, Shou Ishida, sama Riku Asada. Salah satu penampakannya, nih


Itu buku cerita jaduk yang saya temukan. Mungkin, salah satunya pernah kamu baca juga? 

Tidak Apa, Pergi Saja!

Tanpa kita sadari, selalu ada alasan kenapa kita dipertemukan dengan seseorang, walaupun pada akhirnya harus berpisah dengan saling menyakiti. Ah, tidak. Tepatnya kamu yang menyakiti aku.

Setiap orang bebas berkoar menyuarakan pendapatnya tentang mana yang baik dan buruk untuk kita. Tapi, DIA lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Foto : pinterest.com

Tidak bersama bukan berarti harus saling membenci. Tidak bersama bukan berarti harus memutuskan silaturahmi. Tidak bersama bukan berarti harus memupuk dendam karenanya.

Melepaskan akan jauh lebih baik dilakukan untuk mempersiapkan hati manyambut sosok yang baru. Sosok yang seharusnya lebih baik dari dia yang pergi begitu saja, tanpa alasan, tanpa kejelasan.

Karena, hidup tidak hanya berhenti pada satu titik. Masih ada titik-titik lain yang harus dilewati. Dengan warna yang lebih banyak. Entah itu putih atau gelap, atau mungkir warna-warni seperti pelangi dengan rasa yang seperti nano-nano.

Sudahlah. Aku akan berhenti mengharapkan kamu untuk kembali. Dengan siapapun kamu akhirnya. Aku harap kamu akan mendapatkan kebahagiaan.

Dan, semoga aku bisa mendapatkan sosok pengganti yang lebih baik dari kamu, yang mampu membawaku menjadi manusia yang lebih baik, lebih taat, dan bisa membimbingku untuk mendapatkan surga-Nya.
Diberdayakan oleh Blogger.